11.05.2005
Lelah
Setiap hari kuhitung menit demi menit
Kupikirkan kapan waktu yang tepat
untuk mengutarakan maksud hatiku padanya
Namun sesungguhnya yang terjadi adalah
Semakin lama ku ulur waktu
semakin lelah hati ini
Bukan suatu hal yang luar biasa
jika kukatakan, saat ini sudah mencapai
titik kejenuhan diriku padanya
Semua hal yang berhubungan dengannya
membuatku muak, meninggalkan kesan
mendalam dan sedikit trauma
Setiap kali kumerasa bahwa ku telah siap
untuk mengutarakan isi hatiku,
saat itu juga, rasa takut menyergapku
Ada satu hal yang sering menghinggapi diriku
selama ini, bahwa sebagai seorang manusia
aku dapat digolongkan kepada tipe
manusia yang cenderung lemah dalam artian
sering tidak tega untuk mengatakan tidak
dan bertindak tegas
Tentu bukan tanpa alasan mengapa aku
menggolongkan diriku ke dalamnya
Karena hal yang sangat kuhindari adalah
terciptanya jarak dan suasana yang
dapat memicu terjadinya rasa dendam
Kini, waktuku tidak banyak lagi yang tertinggal
Minggu lalu kami sempat bercakap-cakap
dan hati kecilku berteriak dengan gembira bahwa
inilah saatnya! karena kurasa hati kecilku pun
sudah di luar batas kemampuannya untuk
menerima semua ini
Tiba-tiba, sarafku mengirimkan pesan ke otakku
Mengapa aku harus takut mengutarakan
maksud hatiku padanya?
Mengapa aku harus memusingkan apa
yang akan terjadi setelah aku mengutarakan
maksud hatiku padanya?
Mengapa aku harus mementingkan perasaan orang lain
dan sering mengorbankan perasaanku sendiri?
Jika kubicarakan dengan baik-baik,
dan dengan tujuan yang baik pula
tentunya dirinya tidak ada alasan untuk menolak
perkataanku, kan?
Kini, yang kuperbuat hanyalah meminta kemudahan
padaNya untuk berbuat hal yang Insya Allah
menuju kesempurnaan agamaku (amin)
10:20 Posted in sebuah catatan | Permalink | Comments (0) | Email this


Post a comment