« 2005-05 | HomePage | 2005-09 »

13.06.2005

Minggu, 12 Juni 2005

Satu orang lagi, temen deket gw menikah hr minggu kemaren. Temen seperjuangan dari TK hingga smp yang masih terus keep in touch hingga saat ini. Sebetulnya udah lama jg gw ga denger kabarnya sobat gw itu, terakhir ketemu waktu buka puasa bersama sekalian reuni temen2 smp di rumahnya wulan. Jd teringat ketika gw dan temen gw itu -- sebut saja namanya putri-- melakukan kenakalan2 kecil. Dulu, kita sempet sebangku berdua, cabut bareng, pergi bareng, nginep2an bareng, wah pokoknya komplit lah formulasi kebersamaan kita. Namun ketika sma kita harus berpisah, dilanjutkan dengan kuliah dia di solo gw di bandung.

Kaget jg gw, waktu akhir bulan mei kemaren terima sms dari putri mengabarkan perihal pernikahannya, karena gw blm sempet tanya kabar terakhir cowoknya siapa. Tak lama kemudian dari sms itu, dia nelpon gw dan menurut ceritanya, calon suaminya adalah assisten sutradara multivision plus. Tak heran, ketika resepsi pernikahannya banyak bintang sinetron -- sebut aja doyok, diana pungki, dan artis2 lainnya -- yang datang dan menyumbangkan lagu dangdut di acara teresebut.

Namun, selain suguhan gratis dari artis sinetron, hal yang jauh lebih menarik adalah bertemunya dengan temen2 sd dan smp yang...ada kali 8-10 tahun ga ketemu. Ada firman yanuar, yg dulu kecil putih (lebih tinggi gw bo!), skrng yg tingginya hampir 180cm (mungkin waktu sd blm mimpi kali yak! =D ), terus si mia yang ternyata udah menikah dan punya anak! wahhh senangnya mengetahui kabar temen2 yg udah lama ga ketemu. Kemudian achiriyanti yg jg udah hampir 10 thn ga ketemu, terakhir ketemu ketika perpisahan smp. Di samping itu, beberapa temen smp yg masih sering kontak hingga skrng pun hadir untuk mengucakan selamat.

Ketika sampai di rumah, gw merenunung...betapa gw sangat merindukan teman2 gw. Sedih rasanya membayangkan harus meninggalkan mereka semua sementara waktu. Temen2 gw dari tk, sd, smp, sma, kuliah, kantor, dan orang2 terdekat gw. Masing2 dari mereka mempunyai kenangan tersendiri di hati gw. Terlalu banyak hal2 lucu, sedih, senang, gembira yang gw alami dengan temen2 gw semua itu. Andai gw punya semacam perangkat untuk mengulang semua kejadian2 dulu untuk mengobati rasa kangen gw sama mereka.

09:24 Permalink | Comments (1) | Email this

06.06.2005

Jakarta-1

24 tahun sudah aku hidup di jakarta, kota yang penuh dengan harapan untuk berjibaku mencari pekerjaan. Padahal, tak sedikit banyak pengangguran di sini, tapi tetap saja tidak mengurangi arus urbanisasi. Sama seperti diriku, ketika lulus sidang tahun 2003 aku sudah mempunyai niat untuk mencari kerja di jakarta. Selain karena memang orang tuaku tinggal di sini, aku masih mempunya pola pikir seperti umumnya masyarakat indonesia, bahwa jakarta adalah kota untuk mencari kerja.

Kehiruk pikukan kota jakarta sudah menjadi bagian sehari-hari dalam hidupku. Macet, pedagang asongan di lampu merah mulai dari jualan rokok, majalah, mainan anak, pajangan rumah, lukisan, hingga pernah suatu kali aku lihat ada yang menjual produk IKEA! entah asli entah black market, entah palsunya. Anyway, selain itu juga aku jg sudah terbiasa dengan hitungan tarikan nafas di kota jakarta ini, yang banyak orang mengatakan 1 tarikan nafas harus bisa mengerjakan 5 tugas sekaligus! kalo perlu 10 tugas malah! yeah...semua orang yg bekerja di perkantoran swasta yg setiap pekerjaannya dibatasi oleh deadline dan target pastinya terbiasa dengan hal ini, mau tak mau we have to deal with it! otherwise, LOSER will be our last name.

Anehnya, hal tersebut tidak menyurutkan semangat para pencari kerja untuk datang ke jakarta. Lihat aja, setiap ada pameran bursa kerja pasti jumlah bejibun. Aku pernah datang sekali waktu, bursa kerja yg pernah diadakan di hotel kartika chandra. Alhasil, pintu depan hotel roboh dan beberapa orang sempat terkena pecahan kacanya, dan ketika aku sudah akan pulang terlihat beberapa satuan aparat kepolisian stand by dengan senapan di bahunya. Ketika itu, sempat terlintas di benakku, jika sudah tersentuh egonya, manusia akan menjadi kanibal. Saling "membunuh" untuk mendapatkan antrian ke pintu masuk hotel.

Eh kok, malah ngelantur? emangnya grup lawak API? tp gw lebih suka Bajaj, soalnya lucu dan tampang ok bo! hehehehe =D


*to be continued*

10:49 Permalink | Comments (0) | Email this