20.03.2006

Softball

Dua Minggu yang lalu gw nonton suami tanding softball di kompleknya caltex Rumbai (well today the name is Chevron). Di pertandingan tersebut, ada beberapa orang Bule Amerika yang juga ikutan bertanding. Mereka para pria2 bule itu membawa serta keluarga mereka - istri serta anak2 mereka - untuk ikutan bermain di tanah berpasir. Ketika gw mengatakan maen di tanah berpasir, hal itu benar-benar dilakukan oleh anak2 bule itu, yang kalo gw liat dari tinggi dan juga fisik mereka, paling usianya sekitar 2-4 tahun.

Yang menariknya, para bule itu, cuek aja membiarkan anak2 mereka bermain kotor2an dan bahkan memanjat2 bangku stadion softball yang lumayan tinggi untuk ukuran balita. Bahkan para istri yang notabene ibu mereka pun, gw perhatikan tidak pernah sekali pun "ikut serta" dalam permainan kecil anak2 mereka. Anak2 bule2 itu hanya diberikan pengarahan oleh sang ayah: "You can play in that area, but please not too far from this field, ok?" and the son will nod along and said: "Ok Daddy". That's it! and they listen to what their daddy said.

Anak2 bule itu, kemudian bermain sesuka hati mereka, maen pasir, maen semprot2an air, bikin istana pasir, maen bola, maen throw-catch, dan manjat2 tiang di sekitar lapangan. Gw jadi kebayang, kalo mereka adalah anak2 indonesia sudah pasti mereka digawangi oleh orangtua mereka, kalo ga si ayah ya si ibu. Sudah pasti akan terdengar suara2 seperti: "Jangan ke sana nak, kotor" atau "Awas! ga usah ke sana, Tinggi nanti kamu jatuh" atau "Jangan jauh2 Nah, nanti kamu nyasar!" dan perkataan2 lainnya yang dapat membuat sang anak jadi berpikir dua kali untuk bermain.

Satu hal yang lucu terjadi. Salah satu anak bule tadi (yang paling kecil, mungkin belum lagi 3tahun usianya), datang ke bapaknya dan "curhat" bahwa matanya kena pasir karena saudaranya melempar pasir ke matanya. He said: "Daddy, he throw sand into my eyes" then the father called his brother and said:"Why did u do it to your brother?You no longer can play. Go sit over there, and think what u just did to your brother!" Si anak bule yang melempar pasir menurut perkiraan gw, umurnya baru 4tahun.

Dan yang membuat gw takjub, sang anak tidak 'mewek' alias nangis karena dimarahin ayahnya. Si anak bule yang melempar pasir, di-grounded nggak boleh maen lagi, dengan patuhnya duduk di tempat yang disuruh ayahnya. Dia nggak nangis, nggak protes, tapi menurut saja. Bayangkan jika hal ini terjadi sama anak indonesia. Hampir bisa dipastikan, sang ibu akan tergopoh2 mendatangi dan menggendong anaknya yang terkena pasir, dan memarahi saudaranya. Yang terkena pasir nangis, apalagi yang kena marah Duh kebayang deh!

Gw courious, gimana sih nih orang bule ngedidik disiplin anak2 mereka? Kenapa anak indonesia nggak bisa seperti itu? Nggak pernah satu kali pun gw ngeliat, anak2 bule itu digendong sama ibunya, meskipun usia mereka baru 2 atau 3 tahun. Kalau diajarkan berargumen, Mizan keponakan gw juga udah dididik seperti itu. Tapi kalau dalam hal cengeng-nya, masih ada. Terus terang aja, gw senang ngeliat anak2 bule itu setiap hari minggu bermain kotor2an (bahkan tanpa sepatu!mana ada anak kecil indonesia, dibiarkan berkotor2an nggak pake sepatu sama orangtuanya)!

11.03.2006

It's been a While

Haluuuuuuuuuuuuuuuuuuuu.............................

blog gw apa kabar ya? udah lama banget ga isi nih weblog wuehehehehe

Well, it's time for me to catch up things from now!

Maybe, i'm not that tough! Maybe i can't stand up with my feet by self. Maybe, i'm just a kid that used to play with a doll in my barbie's house. It's kind of sad that when i think that kind of way, no one around me. The Cocky mind, has been took control all of my pride. But, i think by crying not sound too cocky right? In fact i think it's kind of a Loser.

Sometimes, ask my self: WHY? and that many times i ask, that many times also i don't WHY. I hate being in this kind of situation. Feeling lonely but theres a lot of people sorround me, it happens a lot! But still, can't help it!

Sometime, i hate being this kind type of person. Too many things that she tries to reach, too many things that she thinks, too many things that she hide, and too many things that she manipulates herself. Actually, who is she trying to kidding of?

*Inspired by the story of K_11a: Yos Sudarso Street, PKU*

07.09.2005

Hi...long time no see u...

Hiiii....so how's  life been going lately? hehehehe mine is absolutely fantastic! =D

It's been a while since i posted some words into this blog, well actually almost 3 months i've never write something new about it! hehehehe =D Anyway, it's really good that now i'm back on track! ;D

Now i'm living outside of the city (jakarta), it's been almost 1 months since i moved to my new home town which is pekanbaru - riau. Yep, i moved to here in order to build my own family! (what a man! hehehe =p)

Anyhow, even though i have to get to used to anything that new around here, but i found that living in this new home town none like i've imagined before! it's better and i'm really thank to God to lead me into this decision (Alhamdulillah).

And for some people that might (will) read my blog, and still single (in relations not married), married life is something the best God give to me (I really said Alhamdulillah to it). All i just can say were : niat yang ikhlas, ikhtiar and tawakkal.

ps : to all my friends, i missed u guys...and see u soon! =D

17.05.2005

Pagi ini

Pagi ini, seperti biasa setelah sholat subuh, gw kembali masuk kamar dan menyelimuti diri dengan bed cover karena hari masih terlalu pagi untuk mandi dan bersiap2 beraktivitas. Sekitar satu jam kemudian, tiba2 pintu kamar gw terbuka diiringi dengan bunyi nyaring yg memekakkan telinga, yang setelah nyawa gw genap ternyata berasal dari suling decorder yg ditiup oleh Mizan!

Yup! suling decorder itu dia tiup tanpa mengindahkan nada solmisasinya, meskipun beberapa hari sebelumnya sudah diajari oleh ibunya. Setelah, dia berhasil masuk ke kamar gw (kebiasaan setiap hbs subuh, pintu kamar udah ga gw kunci lagi) langsung lah suling decorder itu mangkal dengan tenangnya di kuping kanan. Merasa tidur gw terganggu, sedikit gw paksakan untuk mengintip dari mata yang baru terbuka setengah siapakah gerangan yang menyampaikan bunyi nyaring memekakkan kuping? Belum sempat otak gw mengenali situasi yang terjadi, tiba2 ada kalimat menyeruak di antara kebisingan : "ucu bangun dong...skrng udh jam tujuh lewat lima puluh menit, nanti terlambat ke kantornya loh!"

Ampuuunnn dah gw...mau tak mau gw jd terbangun dan tertawa mendengar Mizan berkata demikian. Ketika gw berniat untuk santai lagi sekitar 10 menit, dia langsung menarik bed cover gw dan mendaulat gw turun dari tempat tidur dengan cara menarik jari telunjuk kanan dan membimbing gw ke depan tv. Oalah....ternyata dia minta tolong gw setel dvd toy story (again!) di bagian roket toh! Gila juga nih anak, gw pikir2...padahal hari minggu sebelumnya, dia udah ngulang 6x terus-menerus tuh film ampe dia hapal dialognya!

Sesampainya gw di tempat kerja, gw jd berpikir...gmn yah rasanya, ga ketemu mizan lebih dari 1 minggu. Sedangkan di jkt aja, kl dia ga ke rumah hr selasa/kamis gw betenya minta ampun...apa mizan gw culik aja yah? hihihihi bisa2 gw digorok nih sm emaknya :D


13.05.2005

Detokfisikasi

Kayaknya sih, udh beberapa hari ini badan gw rasanya berat banget. Pegel2 linu gitu deh, kayak masuk angin. Ga tau juga kenapa gw masuk angin, pdhl gw udah biasa mandi jam8 atau stgh9 malem pake aer dingin apa mungkin kecapekan yah? Kayaknya nggak juga, tp knp ya bo?

Ada artikel yg cukup menarik gw baca di salah satu majalah wanita, mengenai detoksifikasi tubuh kita. Mulai dari detok badan (fisik) kita, maupun detok pikiran (terapi jiwa) kita. Sebetulnya gw dah lama sih mendengar ttg terapi batu giok - kita berbaring di atas pembaringan yang dihubungkan dengan mesin dan batu giok berwarna-warni - yang dapat mengurangi berbagai keluhan masyarakat perkotaan pada umumnya. Mulai dari migrain, capek dan pegel, encok, asam urat, hinggal ginjal dan diabetes. Yup! memang akhir2 ini, semakin banyak tawaran cara untuk berobat selain berkonsultasi dengan dokter. Fenomena ini sebetulnya menarik, mengapa demikian? Apakah karena semakin hari semakin banyak terjadi kasus mal praktek? Ga tau juga deh gw!

Anyway, mungkin gw akan mencoba terapi dengan batu giok itu untuk mengobati migrain dan pegel linu badan gw, karena selama ini gw masih mengandalkan pembokat gw dng pijat tradisional dengan menggunakan minyak zaitun dari arab. Tapi, gw tersenyum ketika membaca detoksifikasi pikiran. Masih menurut artikel majalah wanita yg gw baca, ternyat...penyakit2 seperti migrain dan pegel linu, maag dan bahkan penyakit yang lumayan parah awalnya dipicu dari stress yang berawal dari penyakit pikiran.

Jika kita bisa melakukan detoksifikasi pikiran, niscaya penyakit2 badan spt yg gw sebutin di atas, bisa dicegah. Menurut artikel itu, ada klinik detoksifikasi pikiran di daerah sunter yg cukup berhasil 'menyembuhkan' pasiennya dari penyakit pikiran dan tidak lagi mengeluh migrain, sakit kepala, pegel linu, dan maag.

Wah...kl begini menurut gw sih ya...harusnya perkembangan dan pertumbuhan klinik2 detoksifikasi pikiran menjamur di mana2, biar masyarakat lebih aware kalo migrain, maag, bisa 'diobati' dengan detoksifikasi pikiran..Gw jd mikir nih, daripada gw melakukan detoksifikasi tubuh, lebih baik gw detoksifikasi pikiran sebelum penyakit pikiran berkembang menjadi penyakit tubuh kan? karena bagaimana pun juga, lebih baik mencegah daripada mengobati toh?

*tulisan iseng di sore hari*

11.05.2005

Lelah

Setiap hari kuhitung menit demi menit
Kupikirkan kapan waktu yang tepat
untuk mengutarakan maksud hatiku padanya

Namun sesungguhnya yang terjadi adalah
Semakin lama ku ulur waktu
semakin lelah hati ini

Bukan suatu hal yang luar biasa
jika kukatakan, saat ini sudah mencapai
titik kejenuhan diriku padanya

Semua hal yang berhubungan dengannya
membuatku muak, meninggalkan kesan
mendalam dan sedikit trauma

Setiap kali kumerasa bahwa ku telah siap
untuk mengutarakan isi hatiku,
saat itu juga, rasa takut menyergapku

Ada satu hal yang sering menghinggapi diriku
selama ini, bahwa sebagai seorang manusia
aku dapat digolongkan kepada tipe
manusia yang cenderung lemah dalam artian
sering tidak tega untuk mengatakan tidak
dan bertindak tegas

Tentu bukan tanpa alasan mengapa aku
menggolongkan diriku ke dalamnya
Karena hal yang sangat kuhindari adalah
terciptanya jarak dan suasana yang
dapat memicu terjadinya rasa dendam

Kini, waktuku tidak banyak lagi yang tertinggal
Minggu lalu kami sempat bercakap-cakap
dan hati kecilku berteriak dengan gembira bahwa
inilah saatnya! karena kurasa hati kecilku pun
sudah di luar batas kemampuannya untuk
menerima semua ini

Tiba-tiba, sarafku mengirimkan pesan ke otakku
Mengapa aku harus takut mengutarakan
maksud hatiku padanya?
Mengapa aku harus memusingkan apa
yang akan terjadi setelah aku mengutarakan
maksud hatiku padanya?
Mengapa aku harus mementingkan perasaan orang lain
dan sering mengorbankan perasaanku sendiri?

Jika kubicarakan dengan baik-baik,
dan dengan tujuan yang baik pula
tentunya dirinya tidak ada alasan untuk menolak
perkataanku, kan?

Kini, yang kuperbuat hanyalah meminta kemudahan
padaNya untuk berbuat hal yang Insya Allah
menuju kesempurnaan agamaku (amin)



09.05.2005

Mencapai Kebahagiaan

Mencapai hidup yang bahagia sebenarnya tidak sulit. Kebahagiaan sebenarnya bersumber di dalam diri kita, bukan di luar sana.  Untuk mencapai kebahagiaan, kita cuma perlu menyelami diri kita sendiri. Menelusuri hati dan paradigma kita sendiri.
 
Ada lima hal yang sering menyebabkan kita tak bahagia;
 
Pertama, adanya keyakinan bahwa Anda tidak akan bahagia tanpa memiliki hal-hal yang Anda pandang bernilai.  Anda sudah memiliki pekerjaan tetap dan tingkat kehidupan yang lumayan, tapi Anda masih merasa kurang.  Anda merasa akan berbahagia bila memiliki uang lebih banyak, rumah lebih besar, mobil lebih bagus, dan sebagainya.  Pikiran Anda dipenuhi oleh benda-benda yang Anda kira dapat membahagiakan Anda.  Padahal, Anda tidak bahagia karena lebih memusatkan perhatian pada segala sesuatu yang tidak Anda miliki, dan bukannya pada apa yang Anda miliki sekarang.
 
Kedua, Anda percaya bahwa kebahagiaan akan datang bila Anda berhasil mengubah situasi dan orang-orang di sekitar Anda.  Anda tak bahagia karena pasangan, anak, tetangga, dan atasan Anda tidak memperlakukan Anda dengan baik.  Kepercayaan ini salah.  Anda perlu menyadari bahwa amat sulit mengubah orang lain.  Bukannya berarti Anda harus menyerah, silakan terus berusaha mengubah orang lain.  Namun, jangan tempatkan kebahagiaan Anda di sana.  Jangan biarkan lingkungan dan orang-orang di sekitar Anda membuat Anda tak bahagia.  Kalau Anda tak dapat mengubah mereka, yang perlu Anda ubah adalah diri Anda sendiri, paradigma Anda.
 
Ketiga, keyakinan bahwa Anda akan bahagia kalau semua keinginan Anda terpenuhi.  Padahal, keinginan itulah yang membuat kita tegang, frustrasi, cemas, gelisah dan takut.  Terpenuhinya keinginan Anda paling-paling hanya membawa kesenangan dan kegembiraan sesaat.  Itu tak sama dengan kebahagiaan.
 
Keempat, Anda tak bahagia karena cenderung membanding-bandingkan diri Anda dengan orang lain.  Saya pernah bertemu eksekutif yang berkali-kali pindah kerja hanya karena kawan akrabnya semasa kuliah dulu memperoleh penghasilan lebih besar dari dirinya.  Karena itu, setiap ada tawaran kerja, yang dilihat adalah apakah ia dapat mengungguli atau paling tidak menyamai penghasilan kawannya.  Ia bahkan tak peduli bila harus berganti karier dan pindah ke bidang lain. 
 
Sampai suatu saat ia menyadari bahwa tak ada gunanya "mengejar" sahabat karibnya.  Sejak itulah ia mencari pekerjaan yang sesuai dengan bakat dan minatnya sendiri.  Ia kini bahagia dengan pekerjaannya dan tak pernah ingin tahu lagi penghasilan sahabatnya.
 
Kelima, Anda percaya bahwa kebahagiaan ada di masa depan.  Anda terlalu terobsesi pepatah "bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian".  Kapan Anda bahagia?  "Nanti, kalau sudah jadi manajer," kata Anda.Persoalannya, saat menjadi manajer, Anda tambah sibuk, waktu Anda tambah sempit.
 
"Saya akan bahagia nanti, kalau sudah menjadi direktur atau dirjen, gubernur, menteri, presiden." Nah, daftar tunggu ini masih dapat terus diperpanjang.  Namun, Anda tak juga bahagia.  Kalau demikian yang terjadi adalah, "bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang entah kapan." Kebahagiaan telah Anda letakkan di tempat yang jauh.  Padahal, sebenarnya kebahagiaan berada sangat dekat dan dapat Anda nikmati di sini, sekarang juga! 
 
Apa yang terjadi pada kita mungkin serupa dengan pengalaman dua ekor ikan berikut.  Ikan yang muda bertanya kepada ikan yang lebih senior.  "Anda lebih berpengalaman dari saya.  Di manakah saya dapat menemukan samudra kebahagiaan?  Saya sudah mencarinya ke mana-mana, tetapi sia-sia saja!"  "Samudra adalah tempat engkau berenang sekarang," ujar ikan senior.  "Hah?  Ini hanya air!  Yang kucari adalah samudra," sangkal ikan yang muda.  Dengan perasaan sangat kecewa ia pergi mencarinya di tempat lain.
 
Hal itu juga dapat terjadi pada Anda.  Padahal, kebahagiaan itu tak perlu Anda cari.Anda hanya perlu menumbuhkan kesadaran dan menikmati apapun yang sedang Anda lakukan.  Dengan demikian, Anda akan menemukan kebahagiaan itu sekarang. Saat ini juga!

*dari milis smun21 Jkt*

27.04.2005

Swing di Ulu Hati

Hatiku seperti layaknya terkena swing ala petinju professional, pedih dan sakit banget! meskipun tidak sampai mengeluarkan darah dan cedera fisik, namun tak ayal pukulan tersebut tepat mengenai sasaran di pusat simpul2 saraf hatiku.

Segitu rentannyakah lingkungan saat ini? Segitu gampangnyakah seseorang dapat berbuat baik dan buruk dalam waktu yang bersamaan? Segitu mudahnyakah seseorang untuk menganggap dirinyalah yang terbaik dan terhebat? Kuakui diriku pun hanyalah manusia biasa yang tak pernah luput dari khilaf dan kesalahan. Namun ketika aku mempertanyakan sesuatu yang seharusnya memang hakku, mengapa kemudian banyak mata yang melotot dan menghakimi diriku, seakan-akan apa yang kuperbuat itu salah?

Lebih tak kumengerti, mengapa hal yang tadinya kukira kupertanyakan secara baik-baik untuk mendapatkan hasil yang baik pula, kini berbalik menjadi boomerang yang menyerangku? Sudah gilakah aku? Ataukah lingkungan dan keadaan yang sudah menggila, sehingga jika hanya aku yang waras, maka dirikulah yang akan dianggap gila?

Heran! Ya, mungkin kata yang tepat adalah heran terhadap situasi dan keadaan yang akhir2 ini semakin menggila dan tak menentu. Bukankah apa yang kita jalani di dunia ini sudah ada yang mengatur? sudah ada jalannya masing2? Lantas mengapa pertanyaan yang seyogianya memang hakku untuk bertanya menjadi sebuah persoalan yang membuat banyak orang mengerutkan alis matanya, dan berkonspirasi untuk memusuhiku?

Aku bukannya tidak siap untuk dihadapkan kepada kenyataan bahwasanya aku harus siap sewaktu-waktu ada yang menghunuskan samurainya di belakang punggungku. Mungkin ia lupa mengasah samurainya, karena terbukti punggungku tidak berdarah, namun mengiris hatiku. Sangat pedih, meskipun lukanya tidak terlihat secara fisik. Tapi kuakui jika diriku membalikkan badan dan mengahadap ke samurai tersebut dari arah depan, pasti akan terjadi adu ketajaman samurai yang akhirnya (pun) aku yang kalah. Bukan karena kalah tajam, tapi kalah karena mengalah. Sebab samurai yang dihunuskan kepadaku, ternyata bermata dua sedangkan samurai yang kumiliki hanya sebuah samurai warisan dari orang tuaku.

Sebuah suara berbisik di telingaku. Sebuah suara yang kuyakini bukanlah suara dari dunia lain seperti yang sering kita lihat di kisah2 misteri di televisi. Bisikan yang hati kecilku pun setuju terhadapnya, bahwa aku HARUS lah ikhlas menjalani hidup ini. Ikhlas bukan dalam arti pasrah kepada keadaan, melainkan ikhlas menerima semua hal yang terjadi. Namun belajar untuk ikhlas harus kuakui sulitnya minta ampun! Karena, aku hanya manusia biasa yang sedang berupaya keras untuk tidak memusingkan urusan duniawi.

Jika kuteruskan tulisan ini, hati kecilku akan terus menerus mengingatkan diriku untuk selalu tawadhu dan ikhlas menjalani hidup. Karena apabila kubiarkan hatiku yang terluka untuk mengambil alih logika dan perasaan, maka tulisan ini akan dipenuhi oleh perkataan2 yang akan menempatkan diriku pada posisi yang sama dengan orang yang memiliki samurai tersebut.

Mungkin benar orang2 bijak dahulu berkata, setajam2nya sebuah pisau, masih lebih tajam mulut manusia apabila kita tidak mengontrolnya.

*ouch!*

Rumah Nenek

Gw, mpok, buncil, dan nandy memutuskan untuk makan malam di rumah nenek yang merupakan sebuah restoran dengan konsep cafe, lighting yang temaram sehingga menciptakan suasan cozy (sayang, waktu gw dateng malem minggu penuh banget euy!), dengan suguhan menu indonesian dan western, serta live music yang ternyata salah satu personilnya pemain keyboard adalah teman kampus kami.

Gw memutuskan untuk memesan ayam bakar bumbu bali dan raspberry tea, mpok memesan fried calamari dan secangkir black coffee, buncil dan nandy sepakat untuk memesan sop buntut dan sop buntut goreng. Awalnya kami hanya mengobrol ngalur ngidul, bercerita tentang kabar teman-teman yang sudah lama tidak berhubungan. Kemudian intensitas obrolan meningkat, dan volume suara kami pun mengalahkan suara musik yang seharusnya dominan. Tawa kami yang sangat keras (terutama gw bo!), mengundang perhatian waiters dan pengunjung lainnya, tapi kami tak peduli karena kami sedang melepas rasa kangen dan sudah lama tidak bertukar pikiran dari A hingga -200!

AAAhhh....simpul2 saraf di otak gw yang sudah lama tak terurai, sepertinya kini telah menemukan minyak pelumasnya. Seperti seekor unta yang telah berjalan 2 hari 2 malam di gurun sahara, dan menemukan telaga air zamzam. Meskipun gw terkena flu, karena badan sudah manja tidak pernah tidur di atas jam9 malam lagi, tapi malam itu worthed gw tuker dengan kesehatan diri gw! Berlebihan? Nggak juga sebetulnya, karena malam itu gw mendapatkan pembicaraan yang sangat berharga dari sekedar obrolan ringan, gosip, hingga topik serius yang hanya kami berempat yang mengerti. Mpok aja menamainya sebagai : "I found treasure, tonight!" hehehe :D

Kemudian, jauh di hati gw ada sebuah keinginan untuk sering2 bertemu dengan sahabat2 gw ini. Bukan hanya sekedar mereka bertiga, tapi ketiga sahabat gw yang sedang meneruskan studinya di negeri orang, sahabat2 yang satu jurusan dengan gw, dan sahabat2 cowok gw yang dulu sering menemani hari2 gw. Ingin rasanya gw bertemu dengan mereka semua sebelum gw pergi berkunjung ke kota lain dalam waktu yang lumayan lama.

Insya Allah, akan terwujud keinginan gw ini. Amiin

15.04.2005

INFO KESEHATAN : Kolesterol dalam Makanan

Sumber : General Hospital, Singapore      

NO. Nama Makanan (per 10 gr) Kolesterol (mg) Kategori

1. Putih telur ayam 0 Sehat

2. Tripang ( Haisom ) 0 Sehat

3. Ubur – ubur 0 Sehat

4. Susu sapi non fat 0 Sehat

5. Daging ayam pilihan tanpa kulit 50 Sehat

6.Daging bebek pilihan tanpa kulit 50 Sehat

7. Ikan sungai biasa 55 Sehat

8. Daging sapi pilihan tanpa lemak 60 Sehat

9. Daging babi pilihan tanpa lemak 80 Sehat

10. Daging kelinci 85 Sehat

11. Daging kambing tanpa lemak 70 Sehat

12. Ikan ekor kuning 85 Sehat

13. Daging asap ( ham ) 98 Sekali – sekali

14. Iga sapi 100 Sekali – sekali

15.Iga babi 105 Sekali – sekali

16. Daging sapi 105 Sekali – sekali

17. Burung dara 110 Sekali – sekali

18. Ikan bawal 120 Sekali – sekali

19. Daging sapi berlemak 125 Sekali – sekali

20. Gajih sapi 130 Hati – hati

21. Gajih kambing 130 Hati – hati

22. Daging babi berlemak 130 Hati – hati

23. Keju 140 Hati – hati

24. Sosis daging 150 Hati – hati

25.Kepiting 160 Hati – hati

26.Udang 160 Hati – hati

27.Kerang argar / siput 160 Hati – hati

28. Belut 185 Hati – hati

29.Santan kelapa 185 Berbahaya

30.Gajih babi 200 Berbahaya

31. Susu sapi segar 250 Berbahaya

32.Susu sapi cream 280 Berbahaya

33. Coklat / Cacao 290 Berbahaya

34. Mentega / argarine 300 Berbahaya

35.Jeroan sapi 380 Berbahaya

36.Jeroan babi 420 Berbahaya

37.Kerang putih / remis / tiram 450 Berbahaya

38.Telur bebek 500 Berbahaya

39.Jeroan kambing 610 Berbahaya

40.Cumi – cumi 1170 Pantang

41.Kuning telur ayam 2000 Pantang

42.Otak sapi 2300 Pantang

43.Otak babi 3100 Pantang

44.Telor burung puyuh 3640 Pantang

All the posts